Cara Melatih Seseorang secara Efektif (Keterampilan Apapun)

Pada kesempatan ini saya akan berbagi pandangan yang berdasar pada berbagai teori, kisah seseorang, berbagai buku, dan pengalaman pribadi sehingga tips kali ini menjadi entitas yang baru.

Sebelumnya, saya hanya ingin menunjukkan salah satu hasil tes MBTI dan profesi yang cocok untuk saya menurut hasil tes tersebut. Saya melakukan tes ini ketika saya menjadi mahasiswa dan uji tes ini dilakukan oleh pihak kampus (bukan tes MBTI online).



Terlepas dari pandangan sebagian orang akurasi dari MBTI, namun dari itu saya menjadi lebih mengenal diri sendiri. Karena hasil tes itu juga saya akhirnya memutuskan untuk menulis artikel ini.

Namun sekali lagi, ini pandangan saya pribadi. Namun tidak dapat dipungkiri mungkin saja ada irisan yang sama dengan pandangan orang lain juga.

Yang Perlu Disiapkan

Sebelum saya menjelaskan poin-poin yang terkait, saya ingin memaparkan apa saja yang dibutuhkan oleh seorang pengajar, mentor, atau leader untuk membuat orang lain mampu mengasah keterampilan baru.

1. Psikologis yang Baik

Menjadi seorang mentor memerlukan kondisi psikologis yang baik. Mood itu dapat menular, maka ketika seorang pengajar memiliki kondisi psikologis yang kurang baik maka akan sulit disembunyikan dari gesture dan mempengaruhi performa penyampaian. Di sisi lain juga tidak akan memberikan kepercayaan diri kepada orang yang diajarkan.

2. Keterampilan Komunikasi

Salah satu keterampilan paling penting untuk menjalani kehidupan menurut saya adalah keterampilan komunikasi. Seorang pengajar atau leader wajib memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menyampaikan pesan secara efektif dan persuasif.

Dengan begitu orang yang mendengarkan juga akan lebih mudah memahami apa yang disampaikan untuk kemudian dipraktekkan.

3. Pengalaman

Menjadi seorang mentor memerlukan pengalaman guna memberi contoh kepada orang yang diajarkan. Jika tidak maka akan menjadi sebuah tembok tersendiri ketika orang yang diajari ketempilan tersebut mengalami kendala.

Mempunyai pengalaman pribadi juga meningkatkan kredibilitas seorang mentor, pengajar, atau leader. Ini menimbulkan trust kepada orang yang diajarkan dan membuat kondisi psikologis lebih baik.

4. Wawasan

Menurut saya, teori dan praktek itu saling melengkapi dan sama pentingnya. Dengan memiliki banyak wawasan kita jadi tahu lebih banyak lagi sudut pandang serta menganalisa kekurangan dan kelebihan dari setiap metode yang kita coba.

Cara Melatih/Mengajarkan Keterampilan ke Seseorang

1. Membangun kepercayaan diri orang yang diajarkan

Percuma ngoceh ngang ngong dan memberi contoh jika orang yang diajarkan tidak percaya diri.

2. Menetapkan prinsip atau filosofi

Mendengarkan pengalaman atas keterampilan lain dari orang yang diajarkan dan mengambil prinsip yang sama untuk dianalogikan

3. Memberikan instruksi melalui pertanyaan

4. Memberi contoh

5. Menkoreksi dan memotivasi

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *