Komisi Shopee Affiliate Berkurang, Apakah Masih Menjanjikan?

Komisi Shopee Affiliate Berkurang, Apakah Masih Menjanjikan?

Tergantung.

Masih bagi yang ulet, tidak bagi yang suka ez money.

Poin dari artikel ini tidak akan njelimet membahas soal nominal dan teknis, melainkan menuangkan pemahaman tentang pola yang sering kali terjadi di hal-hal mirip Shopee Affiliate.

Apakah artikel ini clickbait? hooh.

Belakangan ini ramai soal pemberitaan mengenai komisi dari Shopee affiliate. Komisi yang sebelumnya, tetapi ada regulasi baru terkait margin yang diterapkan. Intinya, bonus yang diberikan berkurang.

Akibatnya, beberapa orang yang sudah merasa ez money tiba-tiba rezekinya dipangkas.

Tentu hal ini cukup nyesek bagi sebagian orang yang terjun di sana, apalagi yang baru saja terjun. Baru aja bangun kolam, baru aja ikut kelas Shopee affiliate, eh tiba-tiba ada aturan baru.

Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari hal seperti ini? berikut tanggapan saya terkait gambar-gambar di atas.


Adu gesit.

Memang seharusnya seperti itu, sebab jumlah pertumbuhan orang yang terdaftar Shopee affiliate makin cepat meningkat.

Biarkan, orang yang benar-benar gigih, kerja keras, kerja cerdas yang akan menikmati hasilnya. Bukan orang yang cuma spam sana sini.

Selain perusahaan jadi lebih hemat (efisien), gak mungkin juga semua orang bakalan dapat uang gampang dari affiliate.

Ingat, semakin ke atas, semakin mengerucut. Semakin tinggi jumlah asset, semakin sedikit orang yang berada di sana. Ingat, kalau 1% orang terkaya di dunia kekayaannya melebihi setengah kekayaan dunia.

Oleh sebab itu, ada ilmu yang namanya money management, divesifikasi asset, dan passive income.

Pola-pola seperti Shopee affiliate ini sebenarnya juga terjadi di hal lain, misalnya di kripto, saham, NFT, AdSense Publisher, dan lain sebagainya.

Hal seperti ini akan terus ada, ada hal baru yang potensial, ramai dibicarakan, dan mulai meredup kembali.

Hanya orang-orang yang gigih yang akan menikmati lebih banyak.

Berikut fase yang biasanya terjadi.

Fase 1

Sedikit orang yang tahu. Informasi masih sedikit, tutorial juga sedikit.

Rintangan orang yang berada di fase pertama adalah harus mau ngulik sendiri, trial and error sendiri.

Fase 2

Banyak orang yang sudah tahu, tapi masih sedikit yang eksekusi.

Kenapa begitu? karena masih banyak yang belum yakin untuk eksekusi, belum banyak yang sukses dari sana.

Rintangan orang yang berada di fase kedua adalah meyakinkan diri. Sebab sudah mulai banyak informasi bertebaran di luar sana, akan tetapi belum banyak orang yang kelihatan sukses dari sana.

Fase 3

Banyak orang yang sudah eksekusi, banyak orang merasa cari uang dari hal tersebut mudah (fase euforia).

Fase ini terlihat menyenangkan, tetapi cukup menjebak. Orang yang tidak mempunyai ilmu money management, diversifikasi aset, dan mencari passive income di instrumen yang lebih stabil dengan sebagian besar kendali ada di dirinya akan merasa paling sial.

Fase 4

Filtering, penyesuaian. Mulai muncul regulasi, sesuatu, atau koreksi yang bikin cari uang dari hal tersebut tidak semudah di fase-fase sebelumnya.

Fase 5

Banyak orang pensiun, meninggalkan. Butuh effort lebih berat untuk bisa menikmati sama seperti yang dinikmati orang yang sudah berada dari fase awal. Jika tidak memberikan effort lebih, maka Anda tidak akan berhasil, kalau di dunia market (saham maupun kripto), Anda cuci piring.


Itu dia pola yang sering terjadi dan masuk akan jika dikaitkan dengan peluang yang muncul di luaran sana.

Shopee Affiliate

Di dunia Shopee Affiliate, orang yang paling awal, berani ekseskusi sebelum ramai, bangun kolam dan lain sebagainya dengan komisi yang lebih besar tentu mereka bisa meraup lebih besar daripada orang-orang yang lain.

Meski begitu bukan berarti setelah pengurangan jumlah komisi itu artinya program Shopee affiliate sudah tidak bisa menghasilkan, hanya saja, orang yang benar-benar gigih yang bisa menikmati.

Atau, orang yang sudah masuk dari awal.

Di dunia NFT

Mirip sama Shopee Affiliate, tetapi di fase akhir, hanya orang-orang yang punya skill dan konsisten menambah portofolio mereka yang akan bertahan.

Di dunia saham dan kripto

Mirip juga, akan tetapi orang yang masuk terakhir kali istilah kata mereka cuci piring. Mereka datang ketika pesta sudah selesai. Mereka membeli aset tersebut ketika harganya akan anjlok.


Tulisan-tulisan di atas, sudah saya posting di akun Facebook saya secara garis besar. Beberapa teman juga ada yang berkomentar mengenai pendapat mereka hingga yang mereka rasakan. Berikut tanggapan mereka.

Dan, satu poin yang ingin saya tambahkan terkait FOMO. Sebelumnya saya sudah menulis soal FOMO di artikel Ketika Anda Takut Ketinggalan (FOMO).

Fomo itu bukan hanya takut ketinggalan, melainkan takut ketinggalan dan tidak melakukan analisa.

Takut ketinggalan, ikut-ikutan, tapi kalau bisa menganalisa dengan wawasan dan pengalaman yang telah dimiliki juga tidak masalah

Karena hidup ini berjalan dengan banyak perubahan.


Sekarang, apa kesimpulan dari tulisan-tulisan di atas, khususnya tentang pola yang sering terjadi?

  • Kesempatan akan selalu muncul, tapi bisa meraup apa engga tergantung kesiapan. Siap dengan bekal wawasan, keberanian, dan pengalaman.
  • Kalau masuk fase euforia dan berhasil meraup banyak jangan lupa cari aset lain yang bisa menghasilkan passive income secara lebih stabil.

Sekian dari saya, terima kasih.


*Nama, gambar, dsb di atas yang berupa screenshot sengaja tidak saya sensor, sebab semuanya di Facebook juga bersifat publik. Jika ada yang merasa keberatan, silakan hubungi saya.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.