Terlalu Banyak Informasi yang Masuk Membuat Saya "Mumet"

Enak ga sih, kalau punya wawasan luas banget, dari ranah teknologi, olahraga, politik, dan masih banyak lagi? enak dong kalau bisa mengkontrol semuanya, tapi kalau nggak? bagaimana?, entahlah, tapi saya merasakan hal yang aneh.

Semakin kesini saya mulai mencoba untuk lebih spesifik dalam mencari informasi. Salah satu caranya yaitu dengan unfollow banyak akun Instagram yang menurut saya tidak memberikan konten yang bermanfaat untuk saya.

Misal, akun artis yang isinya cuma kehidupan sehari-hari. Akun informasi tentang sepak bola, agama, desain, dan masih banyak lagi yang terlalu banyak.

Akhrinya saya menyaring lagi, dari banyaknya akun yang saya ikuti, hanya menyisahkan satu dua untuk setiap minat, kecuali akun Instagram mengenai bisnis, psikologi, dan self improvement.

Saya mulai mencekal akun-akun berita yang kurang bagus.

Itu tidak hanya saya lakukan di Instagram, saya juga melakukannya di Facebook dan YouTube. Bahkan berencana mengurangi kontak juga di WhatsApp.

Kenapa?

Karena secara tidak langsung saya mudah untuk menghabiskan waktu dengan konten-konten yang sebenarnya tidak begitu penting tersebut, akhirnya saya justru pecah fokus dan lupa dengan apa informasi yang lebih penting.

Entahlah

Tulisan kali ini cukup njelimet, tapi daripada saya ngomel di media sosial, mending saya ngedumel di sini. Karena lebih merasa tempat saya sendiri.

Saya juga gak tahu, harus cerita ke siapa saja, tapi menurut saya harus saya keluarkan daripada mengendap di otak dan bikin stress.

Entahlah

Entah kenapa setelah saya menyaring informasi yang masuk, saya merasa lebih baik. Mungkin saya akan kehilangan beberapa informasi lainnya, tapi tak masalah. Ketimbang saya tahu banyak hal tapi cetek-cetek. Mending saya fokus ke apa yang ingin saya kuasai terlebih dahulu.

Ini sih yang saya rasain kalau terlalu banyak mengikuti akun-akun yang menyajikan konten dari A-Z dengan jumlah yang banyak.

Mungkin ada yang begitu?

Yah, sesuatu pasti ada plus minusnya. Plusnya kita bisa lebih fokus dan gak mumet, minusnya kita ketinggalan update di beberapa hal.

Saya gak bilang kalau semua orang harus menspesifikan apa yang ingin diketahui, karena punya wawasan luas itu penting juga, apalagi kalau buat cari topik dengan banyak orang yang heterogen bisa nyambung sama semua orang.

Tapi menurutku ada tingkatannya juga, tidak punya topik bukan berarti tidak bisa berinteraksi, rasa penasaran karena ketidaktahuan juga bisa bikin interaksi menyenangkan.

Karena mumet tersebut, saya akhirnya juga rehat secara lebih ekstrem, baca pada artikel Rehat Sejenak Setelah Merasa Kurang Produktif.

Sumber gambar: ITECHirfan, Pixabay

Posting Komentar untuk "Terlalu Banyak Informasi yang Masuk Membuat Saya "Mumet""