Rehat Sejenak Setelah Merasa Kurang Produktif

Siap semangat, entah kenapa, pikiran saya menyentak-nyetak jari untuk mengetik sebuah artikel baru di blog ini. Tentu saja, artikel yang saya tulis memiliki tujuan utama sebagai pengingat saya sendiri.

Sebab, saya seringkali lupa atas pemikiran yang menurut saya cemerlang (meski artikel ini gak ada cemerlangnya sama sekali).

Dua hari yang lalu saya sudah mentok dan sadar, mungkin saatnya mengevaluasi. 

Belakangan saya sering merasa kurang produkitif, blog utama yang di pasang Google AdSense saja, terlihat seperti saya terlantarkan.

Tugas kuliah, bisa keteteran. Padahal saat ini sedang work from home, di mana seharusnya saya punya waktu lebih karena tidak perlu ribet memikirkan mobilitas.

Tapi kenyataannya tidak, saya semakin berada di zona nyaman, rebahan, melakukan hal-hal yang sebenarnya saya cukup sadar tak akan menghasilkan apa-apa, intinya buang-buang waktu deh.

Dan terlalu banyak, apa saja? 
  1. Rebahan
  2. Rebahan
  3. Rebahan
  4. Scroll media sosial
  5. Main game
  6. Tidur
  7. Ngurus tim Seven Sky
  8. Berusaha ngurus beberapa blog juga
  9. Berusaha olahraga
  10. Ngerjain tugas
  11. Entahlah
Entahlah, kalau di list secara garis besar sebenarnya itu itu aja, tapi kalau didalami setiap bagiannya bisa rumit dan njelimet, apalagi di ranah yang berbeda-beda.

Kok kurang produktif, kenapa bisa begitu?

Pertama, karena bermain game, rebahan, dan scroll media sosial jauh lebih mudah dilakukan dan menyenangkan ketimbang mengerjakan tugas maupun menulis artikel baru.

Kedua, karena terlalu banyak target yang di pasang di berbagai hal. Seperti diharuskan, harus ini itu dan lain sebagainya akhirnya mumet sendiri hahaha.

Akhirnya...

Saya dua hari yang lalu, menghapus game dan semua media sosial di ponsel kecuali YouTube. Sebenarnya bukan dua hari yang lalu, tapi malam dua hari yang lalu. Sengaja biar susah dipahami.

Ketika saya bangun pagi dua hari yang lalu, saya tidak menemukan sesuatu yang biasanya saya lihat di ponsel.

Biasanya saya cek WhatsApp untuk yang pertama (meski tidak pernah ada chat yang masuk, apalagi spam "Pagi gantenk".

Lalu dilanjutkan dengan Facebook, Instagram, atau lainnya secara bergantian dan abstark.

Lanjut.

Saya awalnya seperti orang kajok, merasa aneh, kangen berat dengan media sosial, tapi apalah, saya justru jarang memegang HP.

Saya dengan tidak sengaja melanjutkan aktivitas nonton film, karena saat itu saya melihat ibu dan adik menonton film di TV di ruang keluarga.

Usai nonton film, saya yang biasanya ngerasa ada momen "welcome back to reality", ini tidak merasakan sama sekali.

FYI: momen welcome back to reality adalah perasaan aneh, kaget, dan sedih ketika seseorang usai nonton film, lalu sadar bahwa tadi hanya film. Kehidupannya tidak berubah sama sekali. -Kamus Yaelah

Mungkin ini terjadi karena film yang saya tonton gak jleb gitu sih.

Skip.

Saya tiba-tiba menjadi ingin membaca buku, buku yang saya baca adalah buku yang sudah pernah saya baca sebelumnya, yaitu buku "Masih Belajar", karya Iman Usman yang merupakan seorang pendiri Ruangguru bersama dengan Belva.


Meski sudah pernah baca, entah kenapa banyak yang lupa dan kurang masuk di otak. Sehingga saat saya baca lagi, bisa kagum lagi.

Singkatnya, buku itu berisi kisah Iman Usman, bagaiamana perjalannya hingga saat ini, sosok Iman dari rekannya, dan juga jawaban dari pertanyaan beberapa netizen.

Skip.

Selanjutnya saya juga sedikit melakukan gerakan olahraga, seperti sit up dan plank, meski cuma sedikit jumlahnya, tapi ini termasuk bagian dari aha momen untuk saya dalam menemukan hypertrigger.

Jadi, saya sebelumnya merasa kurang produktif dan sebagainya karena terlalu banyak hal yang saya pikirkan dan berusaha lakukan, di hari itu juga saya juga menyederhanakan target olahraga saya, gausah banyak-banyak yang penting bisa terbiasa.

Entah darimana saya lupa, saya jadi ingin menciptakan habbit terlebih dahulu, meskipun hal kecil di hari itu. Mungkin lewat YouTube atau buku yang saya baca.

Skip.

Ternyata ada sahabat saya yang ingin datang kerumah, ia mencoba menghubungi lewat WhatsApp, tapi sayang, centang satu katanya. Karena dirasa cukup penting, ia sampai menghubungi ibu saya untuk menanyakan keberadaan saya dan mengabari kalau ia ingin datang ke rumah.

Seperti biasanya, sedikit bertukar pikiran, banyak bermain game, termasuk PES, makan bareng, tidur bareng, sampai keesokannya sekitar jam delapan atau sembilan ia pulang.

Skip.

Selanjutnya saya olahraga kembali, nah entah darimana juga setelah itu saya juga memikirkan hukuman, kalau saya tidak olah raga, sepertinya ide ini didapat dari video di YouTube.

Oh iya, hampir lupa. Kenapa saya memilih menanamkan habbit olahraga saja dan dahulu? Karena saya mendapatkan informasi bahwa...

Olahraga bisa menjadi pendorong seseorang untuk lebih produktif. Olahraga tidak hanya membuat tubuh semakin bugar, tetapi juga membuat otak kita bekerja lebih baik.
Intinya olahraga, bisa jadi akar untuk segala aktivitas yang bagus lainnya.

Lalu saya membuat hukuman "kalau saya tidak olahraga, saya harus mengurangi jatah makan saya satu kali di hari itu juga".

Saya mendapatkan ide seperti itu karena saya juga melihat bahwa manusia itu takut dengan resiko. Ccenderung memilih hal baik tapi aman ketimbang hal sangat baik tapi memiliki resiko. *silahkan dicerna sendiri

Dan ini sepertinya berfungsi, walau belum begitu terbukti karena baru melakukan beberapa hari.

Kemudian saya melanjutkan dengan membaca buku kemarin yang belum selesai saya baca. Entahlah, kali ini saya mencoba memahami dam membayangkan apa yang saya baca. Jadi saya membaca dengan sangat lambat.

Dari kejadian-kejadian di atas, akhirnya saya menemukan konsep hypertrigger yang akan saya jelaskan pada artikel berikutnya.

Baca juga: Metode Hypertrigger untuk Menciptakan Habbit

Sumber gambar: Shanon, Pixabay.com

Posting Komentar untuk "Rehat Sejenak Setelah Merasa Kurang Produktif"