Merespon Tweet Tentang Percintaan Isyana


Respon:

Iya, beda orang juga beda. Ya beginilah kehidupan, manusia punya jalan hidupnya masing-masing.

Kamu coba ngga umbar masalah pasangan, belum tentu juga bisa seperti Isyana. Tidak ada yang bisa menjamin.

Ada yang diumbar malah bobrok, ada juga yang diumbar bertahun-tahun malah awet.

Ada yang diumbar ketikung, ada juga yang waktu ada masalah dibantu banyak orang untuk menyelesaikan dan jadi langgeng.

Tugas kita hanya berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Selalu bersyukur dan menikmati.

Ada juga yang mikir, mau dikekang atau engga kalau emang sayang juga ngga bakal aneh-aneh.

Ada juga yang mikir, nanti kalau terlalu dibebasin jadi bablas, bahaya.

Padahal semua ini relatif, ada loh yang dikekang jadi paham mana yang bener mana yang salah.

Ada juga yang dibebasin tapi tetep ga macem-macem.

Tenang, kalau prinsipmu seperti itu silahkan, tapi gausah ngejudge cara hidup orang lain.

Jika diibaratkan dengan sebuah buku, kisah Isyana ini hanya satu dari sekian buku yang mengisahkan hubungan yang langgeng.

Diluar sana masih banyak buku buku lain dengan versi yang beragam.

Untuk bisa belajar, kita perlu diri kita sendiri.

Karena buku tersebut hanya gambaran, sedangkan kita adalah subjek yang akan menjalani kenyataan.

Belum ada Komentar untuk "Merespon Tweet Tentang Percintaan Isyana"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel